Share

Selasa, 11 Oktober 2011

Server Blackberry Sempat Mengalami Crash?


 
Jika kita membicarakan apa yang membuat Blackberry tampil tangguh, maka kemampuannya untuk mengintegrasikan segala fungsi dan dukungan server yang mumpuni boleh jadi alasan yang paling utama. Sang manufaktur, RIM, menyediakan server khusus bagi para pengguna Blackberry di seluruh dunia untuk menjamin lalu lintas data yang aman, nyaman, dan cepat. Hal inilah yang membuat kalangan pekerja masih menaruh perhatian pada perangkat yang identik dengan tombol QWERTY ini. Namun apa yang terjadi jika layanan ini justru tidak mampu berfungsi di saat yang penting? Hal inilah yang sedang dirasakan oleh RIM.

Walaupun RIM selalu menyatakan diri berkomitmen untuk menjaga kualitas, namun nyatanya masalah krusial tetap saja terjadi. Server, yang notabene merupakan basis dari semua layanan smartphone Blackberry ternyata juga tak luput dari masalah. Para pengguna Blackberry di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika tidak dapat menggunakan ponsel mereka dengan maksimal karena kemampuan browsing dan instant messaging – termasuk Blackberry Messenger – yang tiba-tiba melambat, bahkan mati. Komplain pada awalnya datang dari konsumen di Inggris, Mesir, Kuwait, Qatar, dan beberapa negara lain yang pada awalnya menyalahkan operator telekomunikasi mereka. Namun, ketika diusut, ternyata masalah berakar dari server Blackberry untuk ketiga benua yang sedang mengalami crash.

Kantor cabang RIM di Inggris menyatakan bahwa mereka sadar akan masalah yang terjadi dan sedang berupaya keras untuk menginvestigasi hal tersebut. Mereka juga berjanji bahwa tim teknis mereka sedang berjuang untuk mengembalikan layanan Blackberry secepat yang mereka bisa. Apa yang sebenarnya terjadi? Menurut informasi yang ada, RIM dikabarkan lalai membangun infrastruktur yang cukup untuk mengakomodir kebutuhan para pelanggannya yang terus bertumbuh secara masif. Dengan nilai saham yang terus merosot dan pangsa pasar yang semakin menyempit akibat dominasi Apple dan Android, kesalahan seperti ini tentu akan semakin memojokkan posisi RIM yang kini di ujung tanduk. Apakah RIM mampu bertahan?

0 komentar:

Posting Komentar